free counters

Kamu Satu yang Kumau

Kamu satu cintaku tak kan lagi kumenduakanMu denganMu setiap hari mengalunkan lagu merdu Kekasih andai aku cepat mengerti dulu tentu tak perlu ada keluh kesah panjang itu ternyata derita hanya perasaan dan itu semu terlalu lama pikirku terpasung ukuran semu bahwa yang begini begitu itu derita, ternyata tak selalu harus begitu bahwa yang begini begitu itu bahagia, ternyata tak selalu harus begitu letih kumengikuti manusia yang maunya macam-macam itu kuputuskan untuk hanya mendengarkanMu Kamu satu yang kumau biarkan benih cinta ini tumbuh di hatiku kan kusirami sepanjang waktu senang berjalan di taman hati bersamaMu bunga cinta mekar berseri...

kehadiranku sebatas pena

Aku hanya butiran piluYang terseret dari rasa keluHempasan oleh samudra rinduJangan kau coba tanya dan cari tau siapa akuKarena dlm sekejab slalu hilang seperti hembusan bayu Mungkin aku slalu hadir sbt kau sedihMencoba agar perihmu segera tersisihMeski aku tak seperti orang kau sebut kekasih Hadirku selalu bawa mimpi mimpi mesraTerbangkan anganmu kedalam dunia fatamorganaDan aku hanya bisa mengbur seperti catatan penaTak dapat datang didunia nyata Asal kau tau tiap kelug kesahmu kusimpan dlm memorisegera kuputar ulang agar bs mencari cari solusiLalu kukirim data rumus rumus agar kau dapat ceria kembali Rasakan kehadirankuKarena aku slalu ada...

PULANG

Melanglang bergerak perlahan Pulang melepas rindu tertahan Berselang tahun demi tahun terlewat Bersulang menepi pada setia teraw...

HADIRMU

Terasa indah hadirmu kala senjaHari ini merindukan dirimuNamun asa hanya dapat berharapKau ada disini kala senja iniKurindu dirimuSosok yang selalu mencoba mengertikuWalauku tau tak mudah kau melakukan ituNamun ingin mu begitu besarHatimu begitu sabar dan penyayangMelumpuhkan lautan dingin dalam hatikuNamun ketika hati merasa memelikimuMengapa kau berpaling untuk yang lainTaukah kau betapa perih ku rasaBegitu kelam harikuHanya berharapKau tau hadirmu dalam hat...

Merindu

Kemarin… Biru memendar tajam ke pekat malamku membirukan hati yang terlanjur dikubur sepi Begitu menyentak, menghentak dari retak Mematahkan pokok kering bagi terbit pucuk bening Esok… Utopiskah mendekap Biru pada lengan berpeluh rapuh Menampung indah samudera di telapak kecil kerdil ini Kutanya, wahai Biru yang berparaskan rembulan dari langit Tiada celahkah bagi dunia, bagi sahaya Hari ini… Biru tetap alfa untuk ceria binar mataku Merangsang rentang bentang tarian pena Menggauli kata meniduri bahasa Demi rakitan cerita-cerita tentang Biru Lalu,tak peduli Biru meminggir acuh menutup pintu Kutulis puisi ini pada ruang jeda Dan kuberanikan diri...

Ku Pilih Bulan atau Matahari

kemudian kuingat, tapi ah, bagaimanakah aku, ya rasakudapat menyampaikan hasratku dalam perjumpaan kita semalamtapi tidak kujumpa kau semalamkupilih bulan dan tidak kupilih mataharitidak kupilih matahari dan kupilih bulan Kemudian aku merasakan rasaku, seperti kutahujiwaku memilih dan dipilihkan kuhasratkan kau dengan seluruh adaku tiadakuhasratkan kau dengan seluruh gairahkuhingga gemetar tersiksatapi tiada kujumpa engkautiada pula kata kata dapat menjangkau O, hidupku yang tersiksa karena bahagiabicaralah dengan hatimu sendiridengan akumu sendiribukan seperti mimpitapi adalah kenyataan sebab kurasaTuhan bicara lewat hati k...

Satu

Kau tunggalSudah begitu sejak duluEngkau, entah mengapa menjelmaDalam berbagai bentukWujudAturanMenghasilkan sebuah perbedaanNamun, semua menuju kepada yg satu!Yg maha tinggiMaha berkuasaAtas apa yg ada di bumi dan dilangitEngkau satuAku tauKau akan buktikan ituLewat ajaranmu yg tak cacat!Lewat perkataanmu yg suci!Satu petunjukSatu ja...

Perjalanan Musim

kita sedang sama-sama mengemis janji pada mendung yang tak juga mau menepi kita sedang berlomba menahan tangis akankah gerimis yang menjadi pemenangnya ? disini musim dinanti dan dimaki bencana membias pada bolamatanya pada cekungan tulang pipinya dan keriput tanah yang menua aku mulai ragu pada segagang payung dan sepasang angsa yang berenang di telaga disini teratai mulai lunglai pengantin kehilangan gairahnya mereka menyantap hidangan tanpa sayur dan butiran-butiran hijau pada lembaran-lembaran hari yang dilaluinya hujan dan air mata adalah sama bagi mereka aku hanya bisa melihatnya dalam perjalanan yang melelahkan pohon-pohon berlari...

Mabuk Cinta

Sentuh hari ini dengan cinta Esok sentuh juga dengan cinta Lalui hari hembuskan napas cinta Alam menyambutmu dengan cinta Mentari terbit di dada sang pecinta Alam menari seharmoni gerak pecinta Tiada hari tanpa melayang mabuk cinta Pekerjaan kerjakan dengan cinta Amboi hasilnya pun penuh cinta Gelar senyum mengundang cinta Itulah refleks sang pecint...

Tanah Rantau yang Membuatku Terasing

Tertatih dalam langkah yang mulai goyahTetap kutatap gerlap harap meski sekejapDesau risau yang menceracau tak lagi kuhirauSaat pekat lekat kan menjadi semburat dalam kilat sesaat Semu….semua samaKata-kata ketakutan kita di kotaAsaku asamu asam di sesaknya kuas yang kuasa Isak…menyeruak menyesakTangis…mengais-ngais dalam desisPerih…rintih ini pun meliri...

Ambillah

Kan ku letakkan cintaku barang sejenakMemberi ruang bagiku agar dapat berpikir bijakMencoba tegar berdiri di atas realitasMenentukan langkah mana yang paling pantas Kan ku simpan rinduku sementaraMemberi waktu bagiku untuk berkacaBaguskah penampilanku saat menduaAtau dirinya harus kulupakan saja Tak mudah menenangkan hati yang mencintaTak gampang meredam rindu yang membuncahGejolak rasa dan asa kian menggeloraTenggelamkan jiwa dalam resah gelisa...
Page 1 of 41234Next